Jumat, 12 Mei 2017

Menolak Dipanggil, Rizieq akan dijemput paksa oleh Kepolisian

 Rizieq di persidangan

Menolak Dipanggil, Rizieq akan dijemput paksa oleh Kepolisian  

Sugito Atmo Prawiro sebagai pengacara Rizieq beralasan bahwa pihak sama sekali belum menerima surat panggilan kedua dari pihak kepolisian mengenai kasus yang menimpa Rizieq mengenai chating mesum dengan Firza Husen.

"Saya belum pernah menerima surat. Kalau dari penyidik benar sudah dikirim, yang menerima saya tidak tahu. Karena RT setahu saya tidak mau menerima, saya dengar RT setempat tidak menerima, saya dengar seperti itu. Jadi saya belum menerima, keluarga belum menerima, orang-orang yang dipercaya juga belum menerima," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu, 13 Mei 2017.

Terkait penyataan polisi yang akan menjemput paksa, Pengacara Rizieq menilai hal tersebut berlebihan, tak perlu di jemput paksap pun pihaknya akan berjanji menjalani sidang bila sudah kembali di Indonesia.

"Menjemput paksa, ya kita tidak boleh berlebihan lah. Kalau nanti Habib sudah pulang ke Indonesia, saya yakin beliau akan bersedia diperiksa, bersedia diproses. Tapi kalau misalnya dijemput paksa terlalu berlebihan lah," tuturnya.

Memang Sebelumnya Kepolisian sudah memanggil Rizieq sebagai saksi sebelumnya, tetapi mangkir untuk kedua kalinya yang seharusnya dijadwalkan 10 mei 2017 lalu. Padahal Surat tersebut sudah dikirim pada tanggal 8 Mei 2017 mengingat Rizieq yang keberadaannya masih di Arab Saudi hingga kini.

Beberapa Informasi pun mengatakan bahwa Rizieq tidak berada di Arab Saudi melainkan di Malaysia.

"Kita belum tahu keberadaannya. Informasinya di Malaysia, tapi tempatnya di mana belum tahu," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 12 Mei 2017. Bhineka-RI





Tidak ada komentar:
Write komentar