Selasa, 18 Juli 2017

Farhan : Saya Lebih Sedih dibilang Anak kebutuhan Khusus daripada dibully teman saya.

Kedua orang tua Farhan Terpuruk karena media massa melabeli anaknya sebagai "Anak kebutuhan Khusus" 

Farhan atau mahasiswa yang namanya menjadi viral sejak dirinya dikatakan dibully teman-temannya ini merasa sedih walaupun dirinya telah dibela oleh netizen. Ini Alasannya


stop label abk


Pasalnya, Farhan kecewa karena pemberitaan tidak benar tentang dirinya mengenai "anak kebutuhan Khusus " padahal orang tua Farhan mengatakan bahwa anaknya normal alias tidak Autis!

"Sejak kejadian ini, kedua orang tua korban MF menjadi terpuruk karena anaknya sebenarnya bukanlah Anak kebutuhan khusus (ABK) tetapi medsos selalu berkata demikian" ujar Wakil Rektor III Gunadarma Irwan Bastian saat mengelar konferensi Pers di kantornya Jln Margonda Depok. Selasa (18/7)

Baca Juga : Hanya Karena Update Status "Marthabak Telor" Pria Asal Sulawesi Barat Ditangkap Polisi

Irwan sendiri belum berani memastikan pihaknya bahwa Farhan yang dikatakan terbully adalah kategori mahasiswa kebutuhan khusus atau bukan. Karena untuk membuktikannya diperlukan pemeriksaan secara medis dari ahlinya.

"Labelisasi autis hanya ahlinyalah ya yang akan bicara, tapi dalam waktu singkat ini kami tidak mungkin mengundang ahlinya," ujar Irwan.

Lalu mengenai permasalahan Bully Di Kampus Gunadarma, apakah ada kemungkinan pelaku terbebas dari hukuman yang menjerat masih menunggu keputusan pihak terkait dari tim investigasi.

Melalui orangtuanya Farhan meminta media massa untuk berhenti melabelkan anaknya sebagai ABK ataupun Autis untuk menjaga harga diri Farhan. #StopLabeliFarhanABK

Tidak ada komentar:
Write komentar