Rabu, 05 Juli 2017

Mengenal Sosok MHS, yang Melaporkan Kaesang karena Kata "Ndeso"

Mengenal Sosok MHS, yang Melaporkan Kaesang Karena Kata "Ndeso"

wajah Muhammad Hidayat S yang melaporkan kata Ndeso


Seorang Pria berinisial MHS ini akhirnya mulai diketahui publik, orang yang memiliki nama Asli Muhammad Hidayat S, warga Bekasi Jawa Barat telah melaporkan Kaesang "putra dari pak Presiden Jokowi"

Dalam laporannya tertulis bahwa, Kaesang dengan sengaja mengumbar kata-kata kebencian dan melakukan penodaan agama dengan kata Ndeso.

Terdengar cukup aneh dan berlebihan, Pada video unggahan akun youtube Kaesang dengan tag papamintaproyek mengungkapkan kegelisahannya terhadap orang-orang yang memanfaatkan proyek instansi pemerintah untuk memperkaya dirinya.

Kembali lagi ke Muhammad Hidayat, dia telah melaporkan Kaesang  ke Polres Bekasi pada hari Senin 2 Juli 2017. Hal ini dibenarkan Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hero Hendiarto Bachtiar.

"Hate speech. Makanya saya bilang masih dalam proses pembelajaran dari penyidik. Rangkaian dari tayangan pertama sampai rangkaian yang terakhir, mana kan begitu. Ya seperti itu, yang ada ndesonya ya," kata Hero, Rabu, 5 Juli 2017. lansiran Viva

Selain Kaesang ada yang dilaporkan juga ?

Yap! Hidayat juga melaporkan dua nama terkenal lainnya, yakni Dosen Universitas Indonesia Ade Armandi dan Sutradara film Anto Galon ke Jalur hukum

Ade dilaporkan karena melakukan tindakan provokasi dengan kalimat "FPI pengecut beraninya keroyokan" sedangkan Anto dilaporkan karena akun twitter yang dimilikinya menyinggung soal Ibadah Sholat.

Walaupun terlihat Hidayat melaporkan orang-orang karena menyebarkan kebencian tetapi dia pun sendiri juga melakukan hal yang serupa, Seperti :

Melakukan Fitnah terhadap Kapolda

Hidayat diketahui dengan sengaja mengedit video rekaman aksi 411, dimana saat itu terjadi Bentrokan Massa HMI di depan Istana Negara.

Dalam Video yang berjudul "Terungkap Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI agar serang massa HMI ini buktinya " dengan lihai Hidayat menambahkan kalimat-kalimat provokasi disetiap potongan gambar seperti

 'simak dengan cermat kalimat provokasi sang Kapolda Metro Jaya', dan 'kalian kejar HMI itu' dan 'kamu pukuli HMI itu memang dia provokator'.

Video tersebut sempat menambah panas kota Jakarta terlebih, Kasus Penistaan Agama yang dilakukan Ahok belum tuntas sudah ditambahkan bumbu-bumbu perpecahan.

Hidayat pun mengakui kesalahannya dan  telah dipidana dengan hukuman penjara 6 tahun atau denda maksimal 1 Milyar Rupiah.

Tentu timbul pertanyaan bagaimana seorang terdakwa masih sempat melaporkan orang lain ke Polisi ?

Hal ini dikarenakan Hidayat masih dalam masa penangguhan yang berarti dirinya menjadi tahanan rumah untuk sementara waktu sambil menunggu keputusan hakim yang lebih lanjut. Sekian

Berikut ini adalah Video Terungkap Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI agar serang massa HMI ini buktinya : 


Baca Juga : Kemarin Ahok, Sekarang Kaesang "Anak Jokowi" jadi Target Laporan Penistaan!

Tidak ada komentar:
Write komentar