Senin, 11 September 2017

Miris, Bayi Debora Meninggal Dunia Karena Kesulitan mendapatkan Akses Pengobatan di Jakarta

Miris, Bayi Debora Meninggal Dunia Karena Kesulitan mendapatkan Akses Pengobatan di Jakarta

orang tua Debora

Sebuah kisah nyata sulitnya mendapatkan akses pengobatan di Ibukota Jakarta kembali terjadi, begitu pedih melihat kepergian buah hati tercintanya bernama Debora, kali ini menimpa pada keluarga Brigaldo Sinaga karena tidak mendapatkan Akses pengobatan sehingga ditelantarkan Rumah Sakit di Kalideres Jakarta Barat.

Keluarga dengan kepedihan mendalam memberi pernyataan kepada para media yang meliput : 

Ditolak karena kurang uang DP, Bayi Debora Meninggal di RS Mitra Keluarga

"Inanng...bertahan kau nang...bertahan kau nang...jangan pergi nang..jangan tinggalkan mamak nang", jerit pilu Ibu Henny Silalahi sambil menggoyang-goyangkan tubuh kaku putrinya Debora di tempat tidur IGD RS Mitra Keluarga Kalideres.

Air mata Ibu Henny Silalahi menetes tak berhenti, Sedangkan Suaminya Rudianto Simanjorang menahan amarahnya  dengan muka dan mata yang memerah.

Diceritakan saat kejadian berawal pada pukul 2:30 WIB, Debora mendadak terbatuk-batuk dengan nafas terengah-engah, Henny yang panik membangunkan suaminya ,mereka pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit Mitra Keluarga, Kalideres.

Sesampainya di rumah sakit Mitra Keluarga, Debora diberi pertolongan pertama serta penguapan untuk mengencerkan dahaknya. 


Melihat kondisi bayinya kian memburuk, Dokter Iren mengatakan untuk segera membawa Debora ke PICU. Namun Perawatan terpaksa ditunda karena Uang muka sebesar Rp 19 juta yang harus dilunasi demi jalannya perawatan PICU.

Sayangnya, Uang yang tersisa dari Henny dan Rudianto  hanya sebesar Rp 5 juta Rupiah, Mereka pun berusaha meyakinkan Rumah sakit untuk segera menjalankan perawatan PICU dan membayar sisanya pada siang hari.

Petugas administrasi tersebut tidak peduli dan berkata "Ini aturan rumah sakit Pak..silahkan bayar uang muka sesuai daftar harga PICU"

Keluarga Debora dirujuk untuk pergi  ke Rumah sakit yang memiliki BPJS, dan mereka pun pindah ke RS Koja.

Segala upaya pun menjadi sia-sia karena pada pukul 10.00 WIB Debora dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RS Koja, Henny pun berteriak histeris. 

Padahal bila saja Rumah Sakit Mitra Keluarga menerima Debora, besar kemungkinannya Nyawanya masih bisa diselamatkan.

Debora pun dimakamkan di TPU Pondok Ranggoon, Salam terakhir yang diberikan ayah dan ibu Debora dibacakan "Selamat jalan anakku Debora cantik..bisikkan kepada malaikat di surga betapa kami menyayangimu." 
"Salam penuh dukaku"
Keluarga Birgaldo Sinaga

Poker online android
mainkan Poker Online Seru di Ponselmu! Download disini



Tidak ada komentar:
Write komentar